Album Rock/Metal/Alternative Terbaik Era 80-90

Musik di era pertengahan 80 hingga akhir 90-an adalah musik terbaik dalam hidup saya. Kala itu musik paling populer dan sesuai dengan selera ABG, usia saya kala itu, adalah rock dan metal. Entah kenapa, tapi irama yang menghentak dan teriakan garang sangat pas dengan adrenalin dan hormon remaja. Saya juga beruntung memiliki orang tua yang dengan senang hati memberikan uang untuk membeli kaset. Padahal jika dipikir-pikir, saat itu kaset seperti barang mewah. Bayangkan orang tua saya adalah pegawai negeri di Departemen Agama (sekarang Kementerian Agama), yang kala itu bisa dibilang departemen paling kere…tidak seperti sekarang. Saya dan saudara bahkan tidak dapat uang jajan mulai dari SD hingga SMA. Jadi bisa dibilang kaset adalah anugrah dan kemewahan. Tinggal minta uang sambil bilang untuk beli kaset, pasti dikasih. Terkadang saya menyetel kaset di ruang keluarga sambil tiduran di sofa–karena kualitasnya lebih bagus daripada tape di kamar tidur–Ayah saya yang sedang duduk membaca koran hanya berkomentar, “Musik apa ini?” Dengan sukacita saya menjawab,”Wah ini musik hebat, Yah. Gitarisnya murid xxx…bla..bla..bla.dst..dst..hahahaha”

Saya bersaudara tidak punya budget khusus untuk urusan kaset, tapi dalam sebulan bisa membeli 1-2 kaset. Kala itu harga berkisar antara 7.500-9.000 per buah. Tempat favorit membeli kaset adalah sebuah toko kaset dekat King Tanjung Karang. Saya lupa namanya. Berbekal referensi majalah Hai, saya tinggal menanyakan album baru sebuah band ke toko kaset tersebut. Biasanya mereka langsung tahu. Kalo album tersebut belum ada, mereka dengan senang hati mencatat judul albumnya dan meminta saya untuk datang lagi beberapa minggu kemudian. Tidak seperti sekarang, kala informasi berlimpah baik lewat internet dan media cetak, majalah Hai adalah satu-satunya informasi terbaik untuk mengupdate masalah musik kala itu. Teman belum tentu tahu. Apalagi mereka punya kecenderungan terbalik dengan saya. Jika mereka selalu jajan dan jarang beli kaset, maka saya kebalikannya. Tidak pernah jajan tetapi sering beli kaset.

Jokowi, anak metal paling terkenal di Indonesia

Saya ingat suatu ketika saat kelas 2 SMA, saya pernah iseng menempel poster metal diantara foto-foto pahlawan nasional dan revolusi. Entah kerasukan metal atau memang iseng, tapi saat itu saya menempel poster personil Metallica dan Sepultura diantara foto Diponegoro, Ahmad Yani dan Pattimura. Butuh waktu dua hari bagi guru sebelum sadar ada yang aneh di dinding kelas. Bahkan saat disuruh copot, anehnya saya cuek saja. Sama sekali tidak ada rasa takut atau bersalah. Padahal saya termasuk anak yang baik, ehmm…, dan tidak pernah bolos. Mungkin hal ini mirip dengan anak ABG sekarang yang menempel foto Justin Bieber atau Super Junior  di kamar mereka. Bedanya saya tidak sekedar menempel poster di kamar, tapi sampai ruang kelas.

Nah, untuk mengenang masa-masa tersebut, tidak ada salahnya sedikit bernostalgia. Sekedar berbagi dengan rekan-rekan se-angkatan, bagi mereka dulu yang tidak sempat beli kaset tapi punya idola yang sama, saya coba berbagi album-album band mana yang terbaik. Terbaik disini artinya hampir semua lagu dalam album tersebut adalah lagu yang bagus dan enak didengar. Tidak cuma dua atau tiga, tapi hampir semua lagu. Tidak semua band metal/rock/alternative terbaik mengeluarkan album seperti ini. Saya coba ambil contoh misalnya Anthrax, Helloween, Napalm Death, Skid Row, Pantera, Motorhead, Faith No More, Ugly Kid Joe, Motley Crue atau Scorpion, menurut saya tidak pernah mengeluarkan album terbaik. Bukan berarti mereka tidak punya lagu terbaik (biasanya hanya satu atau dua lagu terbaik dalam satu album) atau tidak termasuk band rock/metal hebat. Saya juga tidak memasukkan dedengkot rock metal seperti Queen, Deep Purple, Led Zeppelin dan Black Sabbath, karena era mereka bukanlah zaman saya. Saya tidak beli album mereka kecuali album the best mereka. Saya juga tidak begitu menggemari band rock seperti Bon Jovi, Van Halen atau Def Leppard karena agak berbeda aliran. Saya tidak pernah membeli kaset mereka. Satu lagi, Pearl Jam yang sangat populer dengan album Ten atau lagu Better Man (album Vitalogy), tidak saya masukkan di sini, walaupun banyak yang mengklaim mereka sebagai pelopor musik alternative rock. Album Ten bahkan sangat populer dan terjual jutaan kopi. Tapi karena alirannya tidak begitu pas dengan saya kala itu dan saya tidak pernah membeli albumnya (tapi pernah mendengar album tsb) maka tidak saya sertakan.

Jika Rolling Stones punya 500 album terbaik, saya juga punya daftar album rock/metal/alternative rock terbaik

Ada beberapa album yang menurut saya sangat bagus namun tidak masuk dalam daftar ini karena tidak memenuhi kriteria seluruh lagu bagus misalnya Blood Sugar Sex Magik (1991) milik Red Hot Chili Peppers yang laku terjual 13 juta kopi di seluruh dunia. Kemudian ada lagi album Fire and Ice (1992) milik Yngwie Malmsteen dan Smash (1994) milik The Offspring (peringkat 4 US Billboard 200 dan terjual 16 juta kopi di seluruh dunia). Jadi bagi anda pengemar ketiganya mohon maaf, mereka belum bisa muncul di dalam daftar album terbaik versi saya. Saya sendiri merasa sedikit “berdosa” karena tidak memasukkan mereka dalam daftar meskipun album-album ini berisi banyak lagu bagus dan hits.

Seorang teman melalui social media mengingatkan bahwa saya lupa memasukkan salah satu album favoritnya yaitu Superunknown (1994) milik band Soundgarden–setelah membaca daftar ini. Memang album ini berisi banyak lagu bagus, tapi seingat saya tidak semuanya.  Dari album ini sebuah hits mereka berjudul Black Hole Sun seingat saya ditayangkan oleh MTV tanpa putus dalam rentang waktu yang sangat lama. Bahkan senyuman lebar dan aneh para aktor di klip tersebut masih menempel di memori saya hingga saat ini. Tapi saat mengetahui bahwa mereka meraih dua Grammy Awards dan berhasil menjual 9 juta kopi hanya untuk album ini, saya jadi sedikit ragu, jangan-jangan saya memang salah. Terpaksa saya memutar ulang album tadi untuk memastikan apakah ingatan saya yang salah. Hasilnya…ingatan saya belum hilang dan tidak salah, sehingga dengan berat hati saya harus mengatakan bahwa mereka memang belum layak masuk daftar ini.

Album terbaik memungkinkan saya untuk mendengar seluruh lagu mulai awal hingga akhir. Tidak seperti album lain, dimana lagu andalan hanya ada diawal kaset atau ujung sehingga memaksa kita melakukan fast forward. Biasanya karena alasan ini, banyak teman-teman yang lebih senang membeli album the best atau membeli kaset kosong dan merekam lagu-lagu terbaik dengan meminjam kaset milik teman. Kala itu memang belum jaman digital seperti sekarang dimana lagu tinggal download dan simpan ke dalam flash disk. Bagi teman-teman,  membeli album saat itu perlu pertimbangan untung rugi, apakah banyak lagu yang bagus atau tidak. Jika ya mereka mau membeli, jika tidak cukup dengan rekaman saja.

Nah, biar tidak usah banyak cerita tentang saya lagi, silahkan anda buka halaman berikut, siapa tau pilihan saya sesuai dengan anda. Saya juga memberikan tambahan link video clip yang dapat langsung anda klik pada nama lagu, album atau band  selain klip yang saya embed langsung pada halaman ini. Daftar ini saya sajikan sesuai tahun keluar album dan bukan berdasarkan mana yang terbaik atau paling hebat. Enjoy.

About these ads

One thought on “Album Rock/Metal/Alternative Terbaik Era 80-90

  1. Nawang says:

    “…Tempat favorit membeli kaset adalah sebuah toko kaset dekat King Tanjung Karang. Saya lupa namanya…”
    Nama tokonya “Ay-ay”, Bung Wadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: